Pentingnya Pola Hidup Sehat dalam Mengendalikan Penyakit Tidak Menular di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Desa Jeruk, 17.09.2025 ,Penyakit tidak menular (PTM) saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pembangunan kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Data nasional menunjukkan bahwa PTM merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan, dengan beban pembiayaan kesehatan yang terus meningkat. Diabetes mellitus, penyakit jantung, stroke, hingga penyakit ginjal kronis menjadi penyakit yang mendominasi pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Pada Jumat (12/9/2025), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menerima hibah 10.000 pen insulin basal dari PT Kalbe Farma. Hibah ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Babel dan menjadi bukti nyata kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam meringankan beban penderita diabetes. Langkah ini penting, mengingat prevalensi diabetes di Babel tergolong tinggi, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Selain diabetes, PTM lain juga menjadi ancaman serius di Babel. Data tahun 2024 menunjukkan bahwa di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno terdapat 471 pasien gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) yang tercatat di poli jantung. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stroke di Babel mencapai 9,5 per 1.000 penduduk, salah satu yang cukup tinggi secara nasional. Jumlah penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK) pun tidak sedikit, dengan 1.611 pasien tercatat pada 2019, meskipun menurun menjadi 1.148 pasien pada 2021. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyakit jantung dan stroke tetap menjadi ancaman nyata yang membutuhkan perhatian serius.

Penyakit ginjal kronis (PGK) juga semakin meningkat seiring dengan melonjaknya kasus diabetes dan hipertensi. Pasien PGK yang membutuhkan hemodialisis menimbulkan beban pembiayaan kesehatan yang cukup besar, baik bagi keluarga maupun pemerintah daerah.

Upaya pencegahan PTM di Babel terus digalakkan melalui Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Program ini menekankan pentingnya pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, tidak merokok, serta pemeriksaan kesehatan berkala. Pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM di desa/kelurahan, sehingga masyarakat dapat melakukan deteksi dini faktor risiko seperti hipertensi, gula darah tinggi, dan obesitas.

Penerapan pola makan sehat menjadi salah satu langkah utama dalam pencegahan PTM. Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, membatasi gula, garam, dan lemak, serta mengatur asupan makronutrisi terutama karbohidrat. Disiplin dalam menjalankan gaya hidup sehat dengan berolahraga secara rutin dan menjaga berat badan ideal juga terbukti efektif mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan angka penderita penyakit tidak menular di Bangka Belitung dapat ditekan. Selain menurunkan angka kesakitan dan kematian, upaya ini juga akan berdampak positif terhadap pengurangan beban pembiayaan kesehatan daerah.