PEMERINTAH DESA JERUK TERIMA KUNJUNGAN KERJA DPRD KABUPATEN BANGKA BARAT KOMISI II

Desa Jeruk, 11 September 2025 – Pemerintah Desa Jeruk menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Bangka Barat Komisi II pada Kamis, 11 September 2025. Kunjungan ini dilakukan berdasarkan surat resmi DPRD Bangka Barat Nomor 094/624/SETWAN/2025 dan diterima langsung oleh Kepala Desa Jeruk, Jhon Hendri, S.E., M.M., bersama Ketua BPD Desa Jeruk, Siak Jung, serta perangkat desa.

Pertemuan yang digelar di Kantor Desa Jeruk tersebut membahas peran desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya mengenai kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala Desa Jeruk, Jhon Hendri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Desa siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

“Kami bersama juru pungut Pajak Bumi dan Bangunan berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, sehingga mereka memahami bahwa PBB yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Bangka Barat Komisi II memberikan apresiasi atas keterbukaan Desa Jeruk dalam menerima kunjungan ini. DPRD menilai partisipasi desa sangat penting untuk memastikan penerimaan PBB dapat berjalan optimal tanpa memberatkan masyarakat.

“Kami berharap sinergi antara DPRD, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat. PBB bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk mendukung pembangunan bersama,” ungkap salah satu perwakilan Komisi II.

Kunjungan DPRD Kabupaten Bangka Barat dalam rangka mendalami informasi PBB sebagai salah satu pendapatan daerah dalam menunjang dan membiayai pembangunan

Kunjungan ini diakhiri dengan dialog interaktif antara DPRD, pemerintah desa, dan BPD, yang menghasilkan kesepahaman penting tentang strategi bersama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar PBB. Pemerintah Desa Jeruk diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam membangun kesadaran kolektif melalui pendekatan yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *